TAHAPAN MENGENALKAN LITERASI DAN KONSEP ANGKA PADA ANAK USIA DINI

Kecerdasan kognitif pada anak usia dini seringkali diterjemahkan orangtua sebagai kemampuan calistung (baca, tulis dan hitung) sehingga anak didorong untuk sedini mungkin menguasai calistung. Beberapa intitusi pendidikan dasarpun bahkan mempergunakan standar kemampuan calistung sebagai syarat penerimaan siswa. Menstimulasi anak untuk mampu calistung bukanlah sesuatu hal yang salah namun tentunya perlu mempertimbangkan beberapa hal terkait tahapan perkembangan anak dalam mengenal angka dan tulisan. Secara Psikologis, anak usia < 6 tahun, perkembangan kognitifnya masuk dalam tahap sensorik motorik – praoperasional dengan ciri khas tahap belajarnya lebih fokus kepada pengalaman mengamati dan meniru sehingga daya imajinasi anak berkembang pesat dalam menggambarkan sesuatu hal yang dilihatnya.

Tahapan belajar membaca, menulis dan berhitung pada anak sebaiknya memperhatikan tahapan kemampuan perkembangan anak. Memaksakan anak untuk melewati setiap tahapan menulis sangatlah tidak direkomendasikan. Morrow (2005)  membagi  kemampuan  menulis anak menjadi 6 tahapan :

Melengkapi kemampuan literasi pada anak usia dini tentuya didukung pula oleh pengenalan angka sesuai tahapan usia. Henniger (2009) menjelaskan bahwa anak usia dini, konsep pengenalan kemampuan berhitung sebaiknya dibatasi pada beberapa hal diantaranya:

  1. Mengenal konsep klasifikasi

Anak dikenalkan untuk memisahkan suatu benda berdasarkan klasifikasi tertentu contoh benda yang warnanya sama atau bentuk yang sama

  1. Mengenal konsep seri

Anak diperkenalkan untuk menyusun suatu benda berdasarkan seri tertentu contoh benda terkecil hingga terbesar atau benda terpendek hingga tertinggi

  1. Mengenal konsep pola

Anak dikenalkan untuk membentuk sebuah bentuk tertentu menggunakan suatu bentuk pola yang tersedia contoh membangun rumah dari bentuk segitiga dan kubus

  1. Konsep angka

Pada anak usia dini, kemampuan arimatikan penjumlahan pengurangan sebaiknya belum dipaksakan untuk diajarkan pada anak. Anak sebaiknya untuk mengenal terlebih dahulu mengenal konsep bilangan seperti bentuk angka lalu angka tertentu memiliki nilai lebih besar atau lebih kecil dari angka yang lain. Materi penjumlahan dan pengurangan sebaiknya dikembangkan pada jenjang pendidikan dasar setelah anak lebih dulu mengenal konsep angka.

  1. Konsep geometri

Anak dikenalkan mengenai bentuk dua dimensi seperti persegi segitiga dan tiga dimensi seperti limas atau kubus salah satunya melalui permainan puzzle atau bangun ruang.

Sesuai tahap perkembangan anak, kemampuan membaca pada anak sangat dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi orang disekitarnya dan materi bacaan yang disampaikan kepada anak. Kemampuan anak dalam mengamati berperan penting dalam perkembangan kemampuan membaca pada anak. Pemberian stimulasi cerita bergambar adalah salah satu metode yang dapat dilakukan dalam proses belajar membaca. Peran penting orangtua dalam mendampingi anak sangat berpengaruh dalam proses melewati tahapan literasi pada anak.

 

Sumber :

Henniger, M. L (2009). Teaching Young Children : an Introduction ( 5 st ). Pearson : Western Washington University

Morrow, L.M. 2005. Literacy Development In Early Years (Helping Children Read and Write) (7st). Rutgers : The State University.

 

Comments are closed.